Schema Markup – Saat ini, untuk mengoptimalkan situs website Anda untuk tampil semakin unggul di mesin pencarian, tentunya semakin beragam. Salah satu cara tersebut, adalah dengan menggunakan skema markup.

Walaupun hanya sebuah kode yang tidak begitu rumit, skema markup tentunya bisa mendatangkan lebih banyak trafik, selain itu Anda juga dapat meningkatkan CTR (click through rate). Untuk lebih jelas mengenai skema markup. Anda bisa membaca artikel berikut ini sampai selesai.

Apa Itu Schema Markup?

Schema markup adalah kode yang biasanya dipasangkan atau ditempelkan pada website, yang dapat membantu search engine dalam menemukan hasil yang lebih informatif pada website. Jadi, pada intinya skema markup ini merupakan sebuah kode.

Kode tersebut, biasanya digunakan dengan tujuan supaya website dapat menampilkan informasi singkat. Skema markup membuat mesin pencari dapat mengetahui apa arti dari data yang dimiliki, jadi bukan hanya sekedar membacanya.

Pentingnya Schema Markup untuk SEO

Mengutip dari Ahrefs, skema markup merupakan hal yang penting untuk SEO, karena dapat membuat rich snippets tampil lebih baik. Rich snippets sendiri, telah terbukti untuk meningkatkan CTR atau click through rate dan mengundang lebih banyak trafik ke sebuah situs website.

Pada dasarnya, skema markup bisa dilakukan untuk rich snippet karena mampu membuat search engine memahami konteks konten Anda lebih baik. Dengan begitu, pengguna bisa menemukan situs website dengan konten yang relevan.

Baca Juga: Canonical URL, Apa Pentingnya Untuk SEO?

 

Jenis-Jenis Schema Markup

Schema markup memiliki beberapa jenis yang berbeda, untuk penjelasan lebih lenjut tentang macam-macam skema markup, berikut ini adalah penjelasan lebih lanjutnya:

1. Organization Schema Markup

Tipe skema markup yang satu ini, pastinya Anda sudah tidak asing lagi. Ketika Anda sedang mencari perusahaan atau merek yang terkenal, umumnya hasil pencarian tersebut akan menampilkan hasil mengenai informasi inti dan penting mengenai perusahaan yang dicari.

Dalam skema markup ini, biasanya berisi tentang nama perusahaan, lokasi, informasi kontak, dan juga official media sosial.

2. Schema Person Markup

Schema person markup, merupakan skema markup yang biasanya ditampilkan di bagian kanan halaman search engine. Ketika Anda mencari seseorang yang terkenal, maka Anda akan menemukan informasi penting mengenai sosok terkenal itu.

Informasi tersebut biasanya berisi tentang nama, tanggal lahir, edukasi dan deskripsi singkat tentang apa saja pencapaiannya selama ini.

3. Schema Local Business Markup

Jenis skema markup yang satu ini merupakan jenis skema yang sangat penting bagi suatu perusahaan maupun bisnis. Dengan memaksimalkan penggunakan skema markup ini, konsumen maupun calon konsumen bisa dengan mudah menemukan informasi mengenai lokasi perusahaan, cabang, nomor telepon dan lainnya.

Bahkan, konsumen juga bisa mengetahui rating dan juga jam operasionalnya, bahkan konsumen juga bisa bertanya mengenai segala informasi tentang perushaan atau merek tersebut ada tempat untuk bertanya.

4. Schema Product & Offer Markup

Skema markup yang satu ini, merupakan hal yang umum digunakan, biasanya untuk menjual barang maupun jasa. Informasi yang ditampilkan pada skema ini, biasanya tentang harga dan ketersediaan stok produk tersebut, dan juga terdapat deskripsi singkat mengenai produk yang ditawarkan.

5. Breadcrumbs Markup

Markup ini merupakan link yang menunjukkan jejak halaman, yang dilalui untuk mencapai halaman sekarang ini. Jadi, dengan begitu pengunjung situs tersebut bisa mengetahui dengan jelas dari mana ia datang  dan sekarang dimana. Hal ini, ternyata bisa mengurangi bounce rate dengan cukup signifikan.

6. Schema Article Markup

Untuk skema markup jenis ini, biasanya menampilkan artikel berita yang paling relevan dengan apa yang dicari oleh pengguna. Umumnya, skema artikel markup digunakan oleh situs berita maupun blog.

Biasanya informasi yang ditampilkan pada skema markup ini adalah foto atau video, judul berita, situs mana yang menerbitkannya, dan waktu publikasi artikel tersebut.

7. Schema Video Markup

Jika suatu situs memuat video yang ingin ditampilkan, maka gunakanlah video skema markup. Dengan begitu, mesin pencari bisa menampilkan skema markup yang berisi thumbnail video, durasi dan deskripsi dari video tersebut.

8. Recipe Markup

Jenis markup yang satu ini biasanya digunakan oleh situs yang memuat cara memasak. Skema ini bersifat khusus karena terdapat informasi spesifik mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasak dan berapa jumlah kalorinya.

9. Event Schema Markup

Jenis markup yang satu ini biasanya menunjukan informasi lengkap mengenai suatu event. Event yang berlangsung seperti webinar, konser, festival dan yang lainnya. Selain itu Anda juga bisa melihat tanggal, lokasi, dan juga harga tiket event tersebut

Sekian ulasan mengenai schema markup, semoga artikel di atas dapat bermanfaat untuk Anda dalam memahami apa itu schema markup.

Anda memiliki permasalahan dalam bisnis? Anda dapat manfaatkan  jasa digital marketing di Jakarta yaitu DOTNEXT. Ada beragam jasa DOTNEXT yang bisa Anda manfaatkan seperti jasa pembuatan website, SEO, pembuatan konten media sosial dan lainnya.

Konsultasikan bisnis Anda  , sekarang juga gratis.