Search Terms Itu Apa? Inilah Rahasia Tersembunyi

Penulis:

Share:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Threads
pencocokan kata kunci kueri Search Terms

Apa yang Dimaksud dengan Search Terms?

Istilah pencarian atau search termes merupakan kata maupun rangkaian kalimat yang dimasukkan pengguna ke mesin pencari untuk menemukan informasi tertentu di internet.

Pikirkan kembali apa yang terakhir kali Anda ketik di Google, itulah contoh dari istilah pencarian.

Pada dasarnya, semua teks yang diketik seseorang di kolom pencarian termasuk ke dalam istilah pencarian.

Mengetahui istilah pencarian yang digunakan audiens untuk menemukan website, produk, atau layanan dapat membantu meningkatkan strategi pemasaran digital Anda.

Dengan memahami hal tersebut, Anda bisa mengoptimalkan website dan iklan agar lebih sesuai dengan kebutuhan serta pencarian pengguna.

Apa Perbedaan Antara Istilah Pencarian (Kueri) dan Kata Kunci?

Perbedaan antara kata kunci dan kueri pencarian (search terms) dapat dilihat dari sudut pandang pengguna dan pemasar.

Pengguna umumnya tidak memikirkan istilah kata kunci karena mereka hanya ingin menemukan jawaban atau informasi yang dibutuhkan.

Sementara itu, para pemasar sangat memperhatikan kueri pencarian karena hal tersebut berkaitan langsung dengan strategi konten dan iklan.

Memahami apa yang diketik audiens di Google menjadi hal penting untuk membuat kampanye pemasaran yang lebih efektif.

Dari sinilah pemahaman mengenai maksud pencarian pengguna menjadi sangat diperlukan.

Pengguna sering mencari topik yang sama menggunakan susunan kata yang berbeda-beda.

Ada yang menambahkan kata tertentu, mengubah urutan kalimat, atau memakai variasi istilah lain dalam pencarian mereka.

Meski begitu, Google umumnya tetap mampu memahami bahwa maksud dari pencarian tersebut masih berkaitan dengan topik yang sama.

Berikut ini adalah diagram yang dapat membantu menjelaskan perbedaan antara kata kunci dan kueri pencarian

Image Contoh istilah pencarian (search intent) dan kata kunci

Contoh tersebut memperlihatkan bahwa berbagai jenis kueri pencarian dapat tetap mengarah pada satu kata kunci utama yang sama.

Meskipun pengguna mengetikkan variasi kata yang berbeda, Google tetap dapat memahami topik inti dari pencarian tersebut.

Anda memang bisa menggunakan istilah kueri pencarian dan kata kunci secara bergantian dalam pembahasan sehari-hari.

Namun, memahami perbedaan keduanya dapat membantu mengubah cara pandang Anda dalam menyusun strategi pemasaran digital yang lebih efektif. Tim Dotnext Digital juga biasanya melakukan ini.

Dalam SEO, kata kunci merupakan istilah yang dipilih melalui proses riset untuk menargetkan topik tertentu yang relevan dengan kebutuhan audiens.

Tujuan penggunaan kata kunci adalah membantu halaman website mendapatkan posisi yang lebih baik di hasil pencarian Google atau SERP.

Sebagai contoh, seseorang dapat mengetikkan frasa “peralatan berkemah bekas” di Google lalu menemukan halaman dengan judul yang sama di posisi teratas.

Hal tersebut menunjukkan bahwa halaman tersebut telah dioptimalkan untuk menargetkan kata kunci tersebut sehingga Google menganggapnya relevan dengan pencarian pengguna.

Pengguna internet biasanya mengetik berbagai variasi kata dan kalimat saat melakukan pencarian di Google.

Mereka umumnya tidak memikirkan penggunaan kata kunci yang tepat karena fokus utamanya adalah mendapatkan jawaban atau informasi yang dibutuhkan.

Di sinilah konten yang dioptimalkan dengan kata kunci berperan untuk menjawab kebutuhan pencarian tersebut.

Sederhananya, istilah pencarian berasal dari apa yang diketik pengguna, sedangkan kata kunci merupakan istilah yang ditentukan dan ditargetkan oleh pemilik website atau pemasar.

Alasan Istilah Pencarian Sangat Penting

Istilah pencarian bisa membantu bisnis memahami kebutuhan pengguna berdasarkan apa yang mereka ketik di mesin pencari.

Data pencarian tersebut dapat menjadi sumber insight untuk mengetahui topik, produk, atau layanan yang paling dicari audiens.

Dari informasi itu, Anda dapat menyesuaikan strategi konten dan iklan agar lebih relevan dengan kebutuhan calon pelanggan.

Cara ini juga membantu bisnis menjangkau audiens yang lebih luas melalui hasil pencarian yang lebih tepat sasaran.

Jika diterapkan dengan baik, strategi tersebut dapat mendukung perkembangan dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Cara Memanfaatkan Kueri Pencarian untuk Meningkatkan Strategi Kata Kunci

Mendapatkan posisi teratas di Google untuk kata kunci yang tepat dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan bisnis Anda.

Karena itu, memahami kueri pencarian yang benar-benar digunakan audiens bisa menjadi langkah penting dalam proses riset kata kunci.

Data pencarian dari pengguna dapat membantu Anda menemukan istilah yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Melalui pendekatan ini, strategi kata kunci yang digunakan bisa menjadi lebih efektif dan terarah.

Anda dapat menerapkan proses sederhana dalam beberapa langkah untuk memanfaatkan kueri pencarian sebagai bahan evaluasi strategi SEO.

Menariknya, proses tersebut bisa dilakukan menggunakan tools gratis seperti Google Analytics, Google Search Console, dan Google Search.

Menemukan halaman bernila tinggi

Tahap awal yang perlu Anda lakukan adalah menentukan halaman mana yang paling membantu pencapaian target bisnis.

Masuklah ke dashboard Google Analytics, contoh berikut menggunakan tampilan GA4.

Selanjutnya, buka menu Laporan lalu pilih Siklus Hidup, masuk ke bagian Akuisisi, kemudian klik Akuisisi Traffic.

Setelah halaman terbuka, lakukan penyesuaian pada pengaturan default agar data yang ditampilkan lebih relevan untuk analisis.

Di bagian atas layar, pilih tombol “Tambahkan perbandingan” untuk mulai mengatur perbandingan data yang dibutuhkan.

GA Trafik

Pada tahap ini, Anda perlu membuat filter agar data yang ditampilkan hanya berasal dari pengguna pencarian organik.

Caranya, klik menu Sertakan lalu pilih opsi Sumber/media pengguna pertama.

Setelah itu, atur nilai dimensinya menjadi “google/organic” agar laporan hanya menampilkan traffic dari hasil pencarian organik Google.

GA Trafik organik

Sekarang perhatikan bagian yang organic.

Agar tampilan tabel lebih rapi dan mudah dipahami, Anda dapat menghapus dimensi “semua pengguna” dengan menekan ikon x.

Langkah berikutnya adalah menambahkan dimensi sekunder untuk menampilkan data halaman arahan atau landing page.

Di dalam tabel, klik ikon tambah berwarna biru (+) lalu pilih Halaman/Layar, kemudian klik Halaman Arahan.

Setelah itu, Anda bisa mempersempit data agar hanya menampilkan halaman yang benar-benar mendukung tujuan bisnis.

Caranya, gulir tabel ke arah kanan lalu klik kolom dengan judul “Konversi”.

Tindakan tersebut akan mengurutkan halaman arahan organik berdasarkan jumlah konversi yang dihasilkan oleh masing-masing halaman.

Strategi analisis yang digunakan bisa berbeda tergantung jumlah traffic website dan target bisnis yang ingin dicapai.

laoran analytic halaman paling banyak di Kunjungi

Data di atas memberikan saya petunjuk data mana yang paling efektif dalam perkembangan bisnis saya.

Halaman dengan kebanyakan lem besi dan sealant menyumbangkan banyak trafik yang bisa di optimalkan.

Mencari Kueri Pencarian dengan Potensi Tinggi

Cara terbaik untuk melakukan riset kata kunci adalah memahami pencarian apa yang benar-benar digunakan oleh pengunjung yang memberikan interaksi penting di website Anda.

Karena itu, fokus utama bukan hanya mencari kata kunci populer, tetapi juga menganalisis kueri atau search terms nyata yang digunakan pengguna di mesin pencari.

Melalui data tersebut, Anda dapat menemukan peluang kata kunci yang lebih relevan dan memiliki potensi performa lebih baik.

Sekarang saatnya mulai menelusuri kueri pencarian yang memiliki nilai tinggi untuk website Anda.

Masuk ke akun Google Search Console lalu pilih properti website yang ingin dianalisis melalui menu di bagian kiri atas.

Setelah properti dipilih, buka menu “Performa” untuk melihat data hasil pencarian organik.

Biasanya, sistem akan otomatis menampilkan jenis pencarian web dengan periode data tiga bulan terakhir sebagai pengaturan bawaan.

Jika diperlukan, Anda dapat mengubah rentang tanggal tersebut sesuai volume traffic maupun kebutuhan analisis website.

Selanjutnya, tekan tombol “Baru” lalu pilih filter “Halaman” pada bagian URL.

Masukkan URL dari halaman yang memiliki performa penting bagi bisnis Anda, kemudian klik “Terapkan” untuk mulai melihat data kueri pencariannya.

Gambar Screeshoot Google Search Console

Di dalam tabel laporan, pilih bagian “Negara” untuk menentukan wilayah yang ingin dijadikan fokus analisis.

Sesudah negara dipilih, buka kembali tab “Kueri” agar Anda dapat melihat data pencarian pengguna.

Pada tampilan tersebut, Anda akan menemukan daftar pencarian yang paling sering digunakan audiens untuk menemukan halaman penting di website Anda.

Urutan data biasanya otomatis disusun berdasarkan jumlah klik tertinggi yang diperoleh setiap kueri.

Artinya, pengguna melihat halaman Anda di hasil pencarian Google lalu memutuskan untuk mengunjunginya.

Sebagian kueri mungkin terlihat mirip satu sama lain, tetapi beberapa lainnya dapat menunjukkan tujuan pencarian yang berbeda.

Karena itu, pilih beberapa kueri dengan jumlah klik besar dan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Melalui langkah ini, Anda sudah mendapatkan data pencarian yang benar-benar digunakan pengunjung sebelum mereka melakukan interaksi penting di website Anda.

Mengembangkan Ide Kata Kunci dengan Google Autocomplete

Pada contoh sebelumnya, kueri pencarian utama yang digunakan adalah “travel haji dan umroh”.

Dari kata kunci tersebut, Anda bisa menemukan berbagai variasi pencarian lain yang masih berhubungan dengan kebutuhan pengguna.

Salah satu metode yang sering digunakan untuk mencari ide tambahan adalah memanfaatkan fitur Google Autocomplete.

Sebelum melakukan pencarian, sebaiknya gunakan mode incognito atau keluar dari akun Google terlebih dahulu.

Langkah ini bertujuan agar riwayat pencarian pribadi tidak memengaruhi saran pencarian yang muncul di Google.

Anda juga perlu memastikan hasil pencarian sesuai dengan lokasi target audiens yang ingin dianalisis.

Jika target pengguna berada di wilayah yang berbeda, Anda dapat menggunakan VPN untuk menyesuaikan lokasi pencarian.

Setelah itu, buka Google lalu ketik kata kunci hasil riset sebelumnya tanpa menekan tombol enter.

Sebagai contoh, ketika Anda mengetik “travel haji dan umroh”, Google biasanya akan menampilkan berbagai rekomendasi pencarian terkait yang sering digunakan pengguna lain.

Mencari ide kueri denga Google Autocomplete

Ketika seseorang mengetik sesuatu di Google, mesin pencari akan langsung menampilkan rekomendasi pencarian sebelum tombol enter ditekan.

Rekomendasi tersebut muncul berdasarkan pola pencarian yang paling sering digunakan oleh pengguna lain.

Fitur ini dikenal sebagai Google Autocomplete dan sering dimanfaatkan dalam proses riset kata kunci.

Melalui fitur tersebut, Anda dapat menemukan berbagai kata kunci panjang atau long-tail keyword yang banyak dicari pengguna.

Jenis kata kunci ini umumnya lebih spesifik karena terdiri dari beberapa kata yang menggambarkan kebutuhan pengguna secara lebih jelas.

Anda bisa mulai dengan memasukkan salah satu kata kunci penting yang sudah ditemukan pada tahap sebelumnya.

contoh penggunaan Google Autocomplete untuk search terms

Cobalah melakukan variasi pencarian dengan menambahkan tanda garis bawah pada bagian awal, tengah, atau akhir kata kunci.

Teknik ini dapat membantu Anda menemukan kombinasi kueri lain yang sering digunakan pengguna di Google.

Contoh eksperimen dengan garis bawah google autocomplete untuk mencari id search terms

Atau anda cukup meletakkan kursor di bagian awal dan akhir kueri.

eksperimen menggunakan kursor di bagian depan kueri google

Dari metode tersebut, Anda mungkin akan menemukan tambahan kata kunci yang masih relevan dengan topik utama.

Kata kunci tersebut bisa berupa pertanyaan seperti cara, kapan, di mana, atau mengapa.

Selain itu, Anda juga dapat menemukan variasi pencarian yang berkaitan dengan target audiens, niche pasar, maupun kategori tertentu lainnya.

Pentingnya Kata Kunci Pencarian dalam Strategi PPC

Analisis kata kunci pencarian berperan penting dalam meningkatkan performa kampanye PPC agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.

Melalui data pencarian pengguna, Anda dapat mengetahui kata kunci mana yang paling relevan dan berpotensi menghasilkan keuntungan lebih tinggi.

Informasi tersebut membantu Anda menjalankan iklan dengan target yang lebih tepat sesuai kebutuhan audiens.

Saat membuat iklan di Google Ads, Anda perlu menentukan jenis pencocokan kata kunci agar sistem memahami hubungan antara kata kunci dan pencarian pengguna.

Pengaturan ini digunakan untuk mengontrol seberapa mirip istilah pencarian pengguna dengan kata kunci yang Anda targetkan.

Dalam Google Ads sendiri, terdapat tiga jenis tipe pencocokan kata kunci yang umum digunakan dalam kampanye PPC.

  • Pencocokan luas: Iklan dapat tampil untuk pencarian yang masih berkaitan dengan keyword yang ditargetkan. Contohnya, keyword “peralatan gym” bisa memunculkan iklan saat pengguna mencari “alat olahraga” karena masih memiliki hubungan makna.
  • Pencocokan frasa: Iklan akan muncul jika pencarian pengguna mengandung makna dari keyword yang digunakan. Misalnya, keyword “kopi susu” dapat memicu iklan ketika seseorang mencari “kopi susu kekinian”.
  • Pencocokan persis: Iklan ditampilkan ketika kata kunci dan pencarian pengguna memiliki arti atau intent yang sama. Contohnya seperti “jasa cuci AC rumah” dan “layanan cuci AC untuk rumah”.

pencocokan kata kunci kueri

Agar kampanye PPC mampu mendatangkan traffic yang berpotensi menghasilkan penjualan atau konversi, Anda perlu menyesuaikan antara luas jangkauan iklan dan tingkat relevansi pencarian pengguna.

Salah satu caranya adalah menentukan tingkat kecocokan antara kata kunci yang ditargetkan dengan istilah yang diketik pengguna di Google.

Penggunaan tipe pencocokan kata kunci yang sesuai dapat membantu iklan tampil pada pencarian yang lebih relevan dan berpotensi memberikan hasil lebih baik.

Dengan begitu, biaya iklan dapat digunakan secara lebih optimal untuk mendapatkan klik yang memiliki peluang konversi lebih tinggi.

Karena alasan tersebut, analisis istilah pencarian menjadi bagian penting dalam pengelolaan kampanye PPC.

Selain memilih kata kunci yang tepat, Anda juga perlu menggunakan negative keyword atau kata kunci negatif.

Fitur ini digunakan untuk mencegah iklan muncul pada pencarian yang tidak sesuai dengan target bisnis Anda.

Sebagai contoh, bisnis jasa fotografi yang menargetkan pencarian “fotografer pernikahan” mungkin saja mendapatkan traffic dari pencarian “videografer pernikahan”.

Jika layanan videografi tidak tersedia, Anda bisa menambahkan kata “videografer” sebagai negative keyword agar iklan tidak tampil pada pencarian tersebut.

Cara ini membantu mengurangi klik yang tidak relevan sehingga anggaran iklan tidak terbuang sia-sia.

Kesimpulan

Mengetahui perbedaan antara kueri pencarian dan kata kunci dapat membantu Anda menyusun strategi pencarian yang lebih tepat sasaran.

Kueri pencarian merupakan istilah yang benar-benar diketik pengguna di Google, sedangkan kata kunci adalah target yang dipilih untuk kebutuhan SEO maupun iklan.

Dengan memahami kaitan antara keduanya, Anda bisa melihat proses riset kata kunci dari sudut pandang yang berbeda.

Cara ini membuka peluang untuk menemukan insight baru yang sebelumnya mungkin tidak disadari.

Data pencarian dari audiens juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan kata kunci yang paling layak dikembangkan.

Strategi seperti ini membuat aktivitas pemasaran digital menjadi lebih efektif karena berfokus pada perilaku pencarian pengguna yang sebenarnya.

Baca juga untuk menambah wawasan anda : Long Tail vs Short Tail Keyword, Lebih Super Baik Mana?

Baca Juga:

Pilih Salah Satu
By