Riset kata kunci adalah proses mengidentifikasi berbagai kueri yang sering digunakan oleh audiens target saat mencari produk, layanan, atau informasi melalui mesin pencari seperti Google.
Kata kunci merupakan fondasi utama dalam SEO. Jika Anda membuat konten tentang topik yang tidak memiliki permintaan pencarian, maka halaman tersebut hampir pasti tidak akan mendapatkan trafik dari Google atau mesin pencari lainnya—seberapa pun upaya optimasi yang dilakukan.
Kesalahan ini masih sering terjadi di kalangan pemilik website. Akibatnya, sekitar 90,63% halaman di internet tidak mampu menarik pengunjung dari Google, bahkan setelah dipublikasikan. Itu menurut study yang telah dilakukan situs Ahref

Riset kata kunci membantu Anda mengetahui apakah topik yang akan dibahas действительно memiliki permintaan di mesin pencari. Dengan begitu, saat halaman Anda berhasil meraih peringkat tinggi di Google untuk kata kunci yang ditargetkan, Anda bisa mendapatkan trafik yang relevan dan konsisten dari audiens yang tepat.
Riset kata kunci sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Bahkan, dasar-dasarnya bisa Anda pahami hanya dalam waktu sekitar 20 menit.
Mulai Lakukan Riset Kata Kunci
Masalahnya, hampir semua panduan menyarankan untuk “melakukan riset kata kunci”, tetapi tools yang direkomendasikan justru sering kali memiliki biaya yang lebih mahal dibandingkan paket hosting itu sendiri.
Namun sebelum membahas tools, riset kata kunci sebaiknya diawali dengan memahami sudut pandang pelanggan. Pikirkan kata atau frasa apa yang kemungkinan mereka gunakan saat mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi.
Masukkan kata kunci tersebut ke dalam alat riset kata kunci seperti Free Keyword Tool dari Semrush, maka Anda akan menemukan ribuan ide kata kunci lain yang relevan, bahkan melampaui apa yang sebelumnya Anda bayangkan.
Prosesnya sebenarnya cukup sederhana, tetapi ada dua hal penting yang perlu Anda kuasai agar hasilnya maksimal:
- Pemahaman yang kuat tentang industri atau niche Anda
- Pengetahuan tentang cara menggunakan tools riset kata kunci dengan tepat
Kedua hal inilah yang menjadi fokus utama dalam pembahasan bab ini.
Coba Gunakan Tools Riset Kata Kunci Gratis
Ada banyak tools gratis yang bisa Anda manfaatkan untuk menemukan ide kata kunci.
Umumnya, setiap tools riset kata kunci akan meminta “kata kunci utama” (seed keyword) sebagai titik awal, lalu mengembangkannya menjadi ratusan hingga ribuan variasi kata kunci yang relevan.
Jika Anda sudah memiliki produk atau bisnis, menentukan kata kunci utama sebenarnya cukup mudah. Anda hanya perlu membayangkan apa yang diketik calon pelanggan di Google ketika mereka mencari produk atau layanan yang Anda tawarkan.
Sebagai contoh, jika Anda menjual kaos dan perlengkapan sablon, maka beberapa kata kunci utama yang bisa digunakan antara lain:
- kaos polos
- kaos custom
- sablon kaos
- alat sablon
- tinta sablon
- mesin sablon
- kaos distro
- bahan kaos
- dll
Setelah Anda memiliki beberapa ide (tidak perlu terlalu terpaku pada daftar tersebut), langkah selanjutnya adalah memasukkannya ke dalam tools riset kata kunci untuk mendapatkan lebih banyak variasi dan peluang kata kunci lainnya.
Untuk setiap kata kunci utama yang Anda masukkan, Anda akan mendapatkan berbagai kata kunci turunan atau terkait yang bisa digunakan sebagai ide konten tambahan.
Sayangnya, pada Free Keyword Tool dari Semrush versi gratis, jumlah kata kunci yang ditampilkan memang terbatas. Untuk mendapatkan lebih banyak variasi kata kunci, Anda perlu menggunakan versi berbayarnya. Namun, untuk tahap awal, versi gratis sebenarnya sudah cukup membantu dalam menemukan ide dasar.
Ada juga tools gratis lainnya seperti Ahrefs Free Keyword Generator.

Untuk setiap kata kunci utama yang Anda masukkan, Anda bisa mendapatkan sekitar 20 ide kata kunci terkait dan 20 pertanyaan relevan (total hingga 40 ide kata kunci).
Selain itu, tools ini juga menampilkan tingkat kesulitan kata kunci (mudah, sedang, atau sulit) serta estimasi volume pencarian bulanan, sehingga Anda bisa lebih mudah menentukan kata kunci mana yang layak untuk ditargetkan.

Anda bisa mengulangi proses ini sebanyak yang dibutuhkan untuk setiap kata kunci utama yang Anda miliki.
Selain itu, ChatGPT juga dapat dimanfaatkan untuk membantu menemukan ide kata kunci. Cukup masukkan kata kunci utama Anda, lalu gunakan perintah seperti: “Sarankan 10 ide kata kunci singkat untuk masing-masing topik berikut:” untuk mendapatkan berbagai variasi kata kunci tambahan dengan cepat.

Terdapat beberapa tools riset kata kunci gratis lainnya yang juga bisa dimanfaatkan, meskipun masing-masing memiliki keterbatasan:
- Google Keyword Planner – Cocok bagi Anda yang ingin menjalankan iklan di Google. Tools ini dapat membantu menemukan ide kata kunci, tetapi data metrik SEO biasanya baru terlihat maksimal jika Anda menjalankan kampanye berbayar.
- Google Trends – Berguna untuk melihat tren dan topik yang sedang populer. Namun, datanya bersifat umum dan tidak menampilkan detail kata kunci spesifik.
- AnswerThePublic – Menggunakan fitur autocomplete Google untuk menampilkan berbagai pertanyaan dan kata kunci terkait, tetapi versi gratisnya terbatas hanya beberapa pencarian per hari.
- Keyword Magic Tool – Membantu menemukan ribuan variasi kata kunci dari satu seed keyword, lengkap dengan pengelompokan topik.
- Prompt Research – Teknik memanfaatkan AI dengan berbagai prompt untuk menggali ide kata kunci secara lebih luas dan kreatif.
- Google Search Console – Menampilkan data kata kunci aktual yang sudah mendatangkan trafik ke website Anda.
- Surfer Keyword Research Tool – Membantu menemukan cluster kata kunci berdasarkan topik untuk strategi konten yang lebih terstruktur.
Jika Anda sudah mulai serius ingin meningkatkan trafik pencarian website, Anda bisa mempertimbangkan menggunakan tools berbayar seperti Ahrefs melalui fitur Keywords Explorer atau Semrush melalui fitur Keyword Research.
Cukup masukkan salah satu kata kunci utama Anda, lalu manfaatkan bantuan AI untuk menemukan berbagai ide kata kunci tambahan yang lebih mendalam dan potensial.
Periksa kata kunci apa saja yang saat ini sudah memberikan peringkat untuk website
Jika Anda sudah memiliki website, Anda bisa melihat kata kunci apa saja yang saat ini sudah berhasil Anda rangking. Informasi ini sangat berguna untuk menemukan ide kata kunci baru yang relevan, sekaligus mengoptimalkan halaman agar bisa mendapatkan posisi yang lebih baik di hasil pencarian.
Setelah terpasang, Google Search Console akan menampilkan berbagai kueri penelusuran yang digunakan pengguna untuk menemukan website Anda, lengkap dengan data klik dan performanya.

Kelemahan dari Google Search Console adalah tidak menyediakan metrik SEO secara lengkap. Jadi, ketika Anda menemukan kata kunci yang menarik dan sudah menghasilkan beberapa klik setiap bulan, Anda tidak memiliki gambaran apakah kata kunci tersebut benar-benar layak untuk dioptimalkan lebih lanjut atau tidak.
Namun, jika anda menggunakan tool seperti Ahref atau Semrush, anda dapat melihat berbagai data yang bisa anda gunakan. Kita akan coba Ahref free, Sementara Google Search Console hanya menampilkan sekitar 1.000 kata kunci teratas yang diranking oleh situs Anda, Ahrefs (termasuk versi gratisnya) dapat menampilkan data yang lebih lengkap.
Selain itu, Ahrefs juga menyediakan metrik tambahan seperti skor Kesulitan Kata Kunci (Keyword Difficulty) serta estimasi volume pencarian bulanan, sehingga Anda bisa lebih mudah menentukan prioritas optimasi.

Dengan mengulangi langkah ini pada beberapa pesaing, Anda akan mulai mengumpulkan daftar kata kunci relevan dalam jumlah yang cukup besar. Dan sebenarnya, ini baru tahap awal dari proses riset kata kunci Anda.
Nantinya, Anda bisa mengelompokkan ide-ide tersebut berdasarkan tujuan pencarian—apakah bersifat informatif seperti artikel blog, atau memiliki niat komersial seperti halaman produk. Namun untuk saat ini, fokus utama Anda adalah mengumpulkan sebanyak mungkin kata kunci yang relevan terlebih dahulu.
Analisis kata kunci yang digunakan oleh pesaing Anda
Sekarang setelah Anda mengetahui kata kunci apa saja yang membuat website Anda mendapatkan peringkat, langkah berikutnya yang tak kalah penting adalah melihat kata kunci yang digunakan oleh pesaing.
Bayangkan jika Anda juga bisa mengetahui kata kunci apa saja yang membawa mereka ke halaman pertama Google—tentu ini bisa menjadi peluang besar untuk strategi konten Anda.
Anda bisa melakukannya dengan bantuan Semrush atau tool Analisa lainya. Cukup cari salah satu kata kunci utama Anda di Google, lalu perhatikan website mana saja yang muncul di halaman pertama. Dari situ, Anda bisa mulai menganalisis kata kunci yang mereka targetkan dan strategi yang mereka gunakan.
Setelah Anda menemukan website pesaing yang benar-benar relevan (misalnya sama-sama menjual jasa fotokopi, bukan sekadar bisnis yang masih berhubungan), langkah selanjutnya adalah menganalisis performa mereka.

Anda bisa memasukkan domain tersebut ke dalam tools analisis kompetitor seperti Semrush melalui fitur Organic Research (Organic Rankings). Dari sini, Anda dapat melihat halaman mana yang paling banyak mendatangkan trafik serta kata kunci apa saja yang ditargetkan oleh halaman-halaman tersebut.
Informasi ini sangat berharga untuk menemukan peluang kata kunci baru yang mungkin belum Anda optimalkan.
Pelajari Bidang Keahlian Anda
Semua langkah yang sudah dibahas sebelumnya memang bisa membantu Anda menghasilkan ide kata kunci dalam jumlah besar. Namun, di sisi lain, pendekatan tersebut cenderung membatasi karena hanya berfokus pada apa yang sudah ada.
Lalu bagaimana jika Anda ingin menemukan topik baru yang belum banyak dibahas, atau bahkan belum terpikirkan oleh kompetitor? Di sinilah pentingnya memperdalam pemahaman terhadap bidang atau industri yang Anda tekuni. Dengan wawasan yang lebih luas, Anda bisa menggali ide-ide segar yang belum tentu muncul dari tools riset kata kunci.
Anda bisa mengatasi hal ini dengan mengunjungi tempat-tempat di mana audiens target Anda sering berkumpul—seperti forum industri, komunitas online, atau situs tanya jawab—lalu mengamati apa yang mereka diskusikan.
Dari percakapan tersebut, Anda dapat menemukan masalah nyata, pertanyaan umum, hingga kebutuhan yang belum banyak dibahas. Misalnya, Anda bisa menemukan insight dari sebuah diskusi atau utas di platform seperti Facebook yang relevan dengan niche Anda.
Setelah melakukan pengecekan singkat di Keyword Generator, saya menemukan kueri pencarian seperti “usaha mesin fotocopy”.
Meskipun volume pencariannya hanya sekitar 100 per bulan, fakta bahwa topik ini mendapatkan 13 like dan 18 komentar di Facebook menunjukkan bahwa audiens действительно tertarik dan menghargai informasi tersebut. Selain itu, isi diskusi dalam utas tersebut juga bisa menjadi dasar yang kuat untuk membuat konten di masa mendatang.

Tidak hanya dari forum atau komunitas, pelanggan yang sudah Anda miliki juga bisa menjadi sumber ide kata kunci yang sangat berharga karena mereka sering kali menyampaikan kebutuhan dan pertanyaan secara langsung.
Jadi, saat Anda berinteraksi dengan pelanggan, perhatikan dengan saksama bahasa yang mereka gunakan serta pertanyaan yang sering mereka ajukan. Dari situ, Anda bisa menemukan ide kata kunci yang lebih orisinal dan relevan untuk dikembangkan menjadi konten di website Anda.
Jenis Kata Kunci
Sebelumnya kita sudah membahas tentang kata kunci utama (seed keyword). Seiring Anda semakin mendalami proses riset kata kunci, penting juga untuk memahami berbagai jenis kata kunci lain yang akan Anda temui.
Saat Anda memasukkan kata kunci utama ke dalam tools seperti Keyword Generator, biasanya akan muncul opsi untuk mengeksplorasi kata kunci turunan. Umumnya, kata kunci ini terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu matching terms (istilah yang sesuai) dan related terms (istilah yang berkaitan).
Istilah yang Cocok
Istilah yang cocok adalah kumpulan ide kata kunci yang masih mengandung kata-kata dari seed keyword Anda. Dalam tools seperti Keywords Explorer, biasanya ada dua jenis pencocokan yang digunakan, yaitu pencocokan istilah dan pencocokan frasa.
Pada pencocokan istilah, Anda akan melihat berbagai ide kata kunci yang tetap memuat semua kata dari kata kunci utama, tetapi urutannya bisa berbeda dan posisinya tidak harus sama. Misalnya, jika kata kunci utama Anda adalah “mesin kopi”, hasilnya bisa mencakup variasi seperti mesin penjual kopi otomatis atau istilah lain yang tetap mengandung kata “mesin” dan “kopi”.
Sementara itu, pencocokan frasa lebih spesifik. Hanya kata kunci yang memiliki susunan kata persis seperti seed keyword yang akan ditampilkan. Contohnya seperti “mesin kopi terbaik” atau “mesin kopi dengan penggiling”, di mana urutan katanya tetap sama seperti yang Anda masukkan.
Istilah Terkait
Istilah terkait adalah ide kata kunci yang masih berhubungan dengan topik utama Anda, tetapi tidak harus mengandung kata kunci yang sama persis. Fitur ini umumnya memiliki dua mode:
- Juga berperingkat untuk: Menampilkan kueri pencarian lain yang juga digunakan oleh halaman-halaman yang berada di peringkat teratas untuk kata kunci utama Anda. Ini membantu Anda menemukan variasi kata kunci yang relevan.
- Juga dibahas: Menunjukkan kata dan frasa yang sering muncul dalam konten halaman-halaman teratas tersebut. Dengan ini, Anda bisa mengetahui topik tambahan yang sebaiknya dibahas agar konten lebih lengkap dan kompetitif.
Klaster Kata Kunci
Pada tahap ini, Anda mungkin sudah mengumpulkan ratusan bahkan ribuan ide kata kunci. Tentu saja, tidak efisien jika Anda harus membuat satu halaman untuk setiap kata kunci tersebut.
Di sinilah pentingnya teknik yang disebut keyword clustering atau pengelompokan kata kunci, yaitu proses mengelompokkan kata kunci yang memiliki kesamaan topik atau intent ke dalam satu grup.
Sebagai contoh, Anda mungkin memiliki beberapa kata kunci berikut dalam daftar Anda:

Mari kita bandingkan hasil pencarian untuk kata kunci “kopi kocok” dengan “kopi kocok menu” untuk melihat apakah keduanya memiliki intent yang sama atau berbeda:

Halaman yang muncul di posisi teratas untuk kedua kata kunci tersebut ternyata sangat mirip. Ini menunjukkan bahwa Google melihat pencarian “kopi kocok menu” sebagai bagian dari topik yang lebih luas, yaitu “kopi kocok”.
Artinya, Anda tidak perlu membuat dua halaman terpisah—cukup satu konten yang relevan sudah bisa berpotensi meraih peringkat untuk kedua kata kunci tersebut.
Proses mengelompokkan kata kunci yang saling berkaitan ini dikenal sebagai keyword clustering. Di Ahrefs, terdapat metrik bernama Parent Topic yang dapat membantu Anda mengelompokkan kata kunci dengan cepat dan lebih terstruktur.
Caranya, cukup masukkan daftar kata kunci Anda ke dalam Keywords Explorer (versi berbayar) atau gunakan Keyword Cluster Tool dari ryrob.com (versi gratis). Setelah itu, buka bagian Clusters by Parent Topic, maka Anda akan melihat kata kunci tersebut otomatis dikelompokkan ke dalam beberapa klaster yang relevan.

Saya mencoba menggunakan Ryrob Keyword Cluster Tool, dan hasilnya menunjukkan bahwa ada lebih dari 28 kata kunci berbeda yang tergabung dalam satu kelompok “resep kopi kocok”.

Ini menandakan bahwa semua kata kunci tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dalam satu topik yang sama. Dengan demikian, Anda berpeluang cukup besar untuk membuat satu konten panduan yang komprehensif tentang resep kopi kocok, lalu menargetkan seluruh kata kunci tersebut sekaligus dalam satu halaman.
Keunggulan utama dari pengelompokan berdasarkan Parent Topic adalah prosesnya yang sangat cepat, hampir instan. Namun, ada juga pendekatan lain seperti term clustering, yaitu mengelompokkan kata kunci berdasarkan kesamaan kata atau frasa yang digunakan, bukan berdasarkan kesamaan hasil pencarian.
Jika ingin memahami lebih dalam, Anda bisa mempelajarinya melalui panduan khusus tentang keyword clustering.
Maksud Kata Kunci
Kata kunci bisa memiliki berbagai maksud atau tujuan pencarian. Sebagian kata kunci digunakan oleh orang yang sudah siap melakukan pembelian atau mencari layanan tertentu. Jenis ini dikenal sebagai kata kunci komersial atau transaksional.
- jasa fotocopy terdekat
- harga mesin fotocopy Canon
- mesin fotocopy untuk usaha kecil
Sementara itu, ada juga kata kunci yang bersifat informatif, yaitu digunakan oleh orang yang masih mencari pengetahuan atau ingin memahami suatu hal terlebih dahulu.
- berapa biaya fotocopy per lembar
- cara menggunakan mesin fotocopy
- apakah usaha fotocopy masih menguntungkan
Terkadang orang hanya ingin menemukan tempat atau layanan tertentu, yang dikenal sebagai maksud navigasi.
- tempat fotocopy terdekat
- fotocopy Makmur Jaya
- jasa fotocopy buka 24 jam
Kata kunci juga bisa bersifat bermerek atau tidak bermerek, misalnya membandingkan nama brand dengan istilah umum.
- fotocopy Canon
- mesin fotocopy
- jasa fotocopy professional
Memahami intent atau maksud pencarian ini sangat penting untuk membantu Anda menentukan jenis konten yang paling tepat dibuat, sekaligus menilai apakah suatu kata kunci memang layak untuk ditargetkan.
Kata kunci yang bersifat informatif biasanya lebih cocok dikembangkan menjadi artikel blog yang memberikan edukasi, sedangkan kata kunci komersial lebih efektif jika diarahkan ke halaman produk atau landing page agar pengunjung bisa langsung melakukan pembelian atau tindakan yang diinginkan.
Anda bisa memahami maksud sebuah kata kunci dengan melihat hasil yang muncul di halaman pencarian Google. Misalnya, untuk kata kunci “rental mesin fotocopy”, Anda akan menemukan campuran hasil berupa daftar layanan fotocopy lokal (niat transaksional) serta artikel atau informasi terkait layanan tersebut.

Beberapa tools seperti Keywords Explorer maupun Keyword Magic Tool membantu Anda memahami maksud pencarian dari banyak kata kunci sekaligus dalam satu waktu. Dari sana, Anda juga bisa melakukan penyaringan agar hanya kata kunci dengan intent yang sesuai kebutuhan strategi Anda yang ditampilkan.

Anda bisa memperdalam pemahaman tentang intent kata kunci melalui panduan yang telah kami sediakan.
Penjelasan Metrik SEO pada Kata Kunci
Memiliki banyak ide kata kunci dalam jumlah besar memang sangat membantu, tetapi tantangannya adalah menentukan mana yang benar-benar bernilai untuk ditargetkan. Menyaring semuanya secara manual tentu akan memakan waktu yang sangat lama dan tidak efisien.
Karena itu, Anda bisa memanfaatkan metrik SEO untuk memilah kata kunci yang potensial sebelum dimasukkan ke dalam daftar prioritas. Dengan cara ini, Anda dapat memisahkan kata kunci yang penting dari yang kurang relevan.
Selanjutnya, kita akan membahas enam metrik kata kunci utama yang bisa digunakan untuk proses seleksi tersebut.

Volume Pencarian
Volume pencarian adalah metrik yang menunjukkan rata-rata seberapa sering sebuah kata kunci dicari dalam satu bulan. Contohnya, kata kunci “Cristiano Ronaldo” memiliki sekitar 60.5 ribu pencarian bulanan hanya di Indonesia saja.

Ada beberapa hal penting yang perlu Anda pahami terkait volume pencarian:
- Yang dihitung adalah jumlah pencarian, bukan jumlah individu: Satu orang bisa saja melakukan pencarian yang sama berkali-kali dalam sebulan (misalnya “cuaca di Singapura”), dan semuanya tetap masuk ke perhitungan volume.
- Bukan jaminan trafik yang akan Anda dapatkan: Walaupun sebuah kata kunci berada di posisi #1, jumlah kunjungan yang masuk biasanya tidak mencapai 100% dari volume pencarian, bahkan umumnya jauh lebih rendah.
- Merupakan rata-rata dalam periode tahunan: Jika suatu kata kunci memiliki lonjakan besar di bulan tertentu, misalnya 120.000 pencarian di Desember dan hampir nol di bulan lain, maka rata-rata bulanannya tetap dibagi dalam 12 bulan.
- Bergantung pada lokasi negara: Data volume pencarian biasanya disesuaikan dengan negara tertentu, meskipun beberapa tools juga menyediakan data global yang mencakup semua negara.
Hampir semua tools riset kata kunci menyediakan filter volume pencarian untuk membantu Anda menyaring ide berdasarkan tingkat popularitas. Filter ini biasanya digunakan untuk dua tujuan utama:
- Menyaring kata kunci dengan volume sangat tinggi: Jika website Anda masih tergolong baru, sebaiknya hindari dulu kata kunci dengan ribuan hingga puluhan ribu pencarian per bulan karena biasanya tingkat persaingannya sangat ketat dan sulit untuk diraih.
- Menargetkan kata kunci dengan volume rendah: Anda juga bisa fokus mencari kata kunci dengan volume kecil yang persaingannya lebih rendah, sehingga peluang untuk mendapatkan trafik lebih mudah. Kata kunci seperti ini dikenal sebagai long-tail keyword.
Kata kunci long-tail sebenarnya sudah sangat umum digunakan dalam strategi SEO, namun sering kali kurang diperhatikan. Banyak orang cenderung mengabaikannya jika volume pencarian terlihat kecil, bahkan mendekati nol, padahal justru kata kunci seperti ini sering lebih mudah dimenangkan dan tetap bisa mendatangkan trafik yang relevan.

Kata kunci dengan volume sangat rendah atau bahkan “nol” mungkin hanya menghasilkan sedikit trafik setiap bulan jika berhasil diranking. Namun, jika jumlahnya banyak, dampaknya bisa menjadi signifikan. Misalnya, jika Anda membuat ratusan konten yang menargetkan long-tail keyword seperti ini, total trafik tahunan yang terkumpul bisa mencapai ribuan pengunjung yang sangat relevan.
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah meremehkan kata kunci dengan volume pencarian kecil. Padahal, kata kunci seperti ini sering kali tidak kalah bernilai dibanding kata kunci populer, bahkan bisa lebih efektif karena lebih spesifik dan memiliki potensi konversi yang lebih tinggi.
Perlu juga dipahami bahwa angka volume pencarian bisa berbeda antara satu tools dengan tools lainnya. Hal ini terjadi karena setiap platform memiliki metode perhitungan dan pembaruan data yang tidak sama.
Secara keseluruhan, volume pencarian merupakan salah satu metrik terpenting dalam SEO. Karena itu, memahami cara kerjanya akan sangat membantu dalam menentukan strategi kata kunci yang lebih tepat.
Potensi Lalu Lintas
Volume pencarian di Indonesia untuk kedua kata kunci berikut terlihat hampir serupa:

Artinya, secara logika Anda mungkin berpikir bahwa kedua kata kunci tersebut akan menghasilkan jumlah trafik yang kurang lebih sama jika sama-sama mendapatkan peringkat. Namun kenyataannya tidak selalu demikian.
Untuk membuktikannya, Anda bisa membandingkan halaman-halaman yang berada di posisi teratas untuk masing-masing kata kunci tersebut, lalu melihat estimasi trafik organik yang mereka peroleh di Indonesia. Proses ini bisa dilakukan dengan mudah menggunakan tools seperti Traffic Checker dengan memasukkan URL dari halaman tersebut.

dan

Dari perbandingan dua halaman ini, terlihat perbedaan trafik yang cukup signifikan. Halaman pertama mendapatkan sekitar 38 kunjungan organik, sedangkan halaman kedua hanya memperoleh sekitar 4 kunjungan.
Menariknya, selisih ini bukan semata-mata karena satu kata kunci saja, melainkan karena jumlah kata kunci yang berhasil diranking oleh masing-masing halaman.
Pada halaman pertama, terdapat beberapa kata kunci yang ikut mendatangkan trafik, seperti:
- “toner mesin fotocopy” (posisi 1, volume 150)
- “toner fotocopy” (posisi 4, volume 150)
- “tinta fotocopy” (posisi 3, volume 150)
- “toner canon” (posisi 6, volume 50)
Sementara itu, halaman kedua hanya muncul untuk satu kata kunci utama, yaitu:
- “toner fotocopy” (posisi 10, volume 150)
Dari sini bisa terlihat bahwa satu halaman bisa mendapatkan trafik dari banyak kata kunci sekaligus, bukan hanya satu. Itulah alasan mengapa dua halaman dengan volume pencarian yang mirip bisa menghasilkan jumlah trafik yang sangat berbeda.
Setiap orang bisa menuliskan hal yang sama dengan cara berbeda saat melakukan pencarian, meskipun maksudnya sebenarnya serupa. Google mampu memahami variasi tersebut dan sering kali menampilkan halaman yang sama untuk berbagai bentuk kueri yang mirip.
Berdasarkan pengamatan, halaman yang berada di posisi teratas biasanya tidak hanya muncul untuk satu kata kunci saja, tetapi bisa merangking ratusan hingga bahkan sekitar seribu variasi kata kunci yang masih berkaitan.
Karena itu, Anda tidak sebaiknya hanya mengandalkan angka volume pencarian dari satu kata kunci untuk memperkirakan potensi trafik. Pendekatan yang lebih akurat adalah melihat halaman yang sudah ranking di hasil pencarian, lalu menganalisis total trafik yang mereka dapatkan dari seluruh variasi kata kunci yang berhasil mereka kuasai.
Ini disebut “potensi trafik,” yang menggambarkan perkiraan jumlah kunjungan dari pencarian yang biasanya diperoleh oleh halaman yang berada di posisi teratas untuk kata kunci tersebut.
Kata Kunci Difficulty
Para praktisi SEO yang sudah berpengalaman umumnya menilai tingkat kesulitan suatu kata kunci secara manual. Caranya adalah dengan mengamati langsung hasil pencarian untuk kata kunci tersebut, lalu melakukan analisis mendalam terhadap halaman yang sudah berada di peringkat atas.

Dalam proses penilaian ini, mereka biasanya mempertimbangkan beberapa aspek penting, seperti:
- Tujuan atau maksud pencarian pengguna
- Kualitas konten, termasuk kedalaman pembahasan, relevansi, kebaruan informasi, dan tingkat otoritasnya
- Jumlah serta kualitas backlink yang dimiliki halaman peringkat atas
- Peringkat domain dari situs yang muncul di hasil pencarian
- Fitur yang muncul di SERP (Search Engine Results Page)
- Dan berbagai faktor pendukung lainnya
Namun, pendekatan ini tidak bersifat baku. Setiap praktisi bisa memiliki cara pandang yang berbeda dalam menentukan faktor mana yang paling berpengaruh. Misalnya, ada yang menganggap peringkat domain sangat menentukan, sementara yang lain lebih menekankan pada relevansi konten terhadap maksud pencarian pengguna.
Pendapat tersebut juga bisa berbeda-beda tergantung jenis kueri pencarian yang sedang dianalisis. Sebab, pada setiap tipe pencarian, Google dapat memberikan bobot atau prioritas yang berbeda terhadap faktor-faktor tertentu.
Hal ini membuat pekerjaan para pengembang alat SEO menjadi cukup menantang. Mereka harus menyederhanakan konsep “tingkat kesulitan peringkat” yang sebenarnya kompleks, menjadi sebuah angka dua digit yang terlihat lebih praktis dan mudah dipahami.
Namun, berdasarkan diskusi dengan banyak praktisi SEO berpengalaman mengenai sinyal apa saja yang seharusnya memengaruhi skor Keyword Difficulty (KD) yang benar-benar bisa digunakan sebagai acuan, ada satu kesepakatan umum yang muncul: backlink memiliki peran yang sangat krusial dalam menentukan peringkat.
Pada akhirnya, sebagai praktisi yang menggunakan Ahrefs, saya memutuskan untuk menjadikan skor Keyword Difficulty (KD) berdasarkan jumlah situs web unik yang memberikan backlink ke 10 halaman teratas di hasil pencarian.
Seperti yang bisa Anda lihat pada ilustrasi sebelumnya, Keyword Difficulty (KD) sebenarnya mengacu pada estimasi jumlah situs web unik yang perlu menaut ke halaman Anda agar bisa masuk ke posisi 10 besar hasil pencarian.
Penting untuk dipahami bahwa ini bukan perkiraan jumlah backlink yang dibutuhkan untuk mencapai peringkat #1. Untuk berada di posisi teratas, persaingannya biasanya jauh lebih ketat dan melibatkan faktor yang berbeda.
Banyak orang keliru dalam menggunakan metrik KD, misalnya dengan menyaring kata kunci hanya pada skor 0–10 dan kemudian fokus hanya pada yang dianggap “mudah”. Padahal, pendekatan seperti ini bisa menyesatkan. Berikut beberapa alasan mengapa menghindari kata kunci dengan KD tinggi tidak selalu tepat:
- Sebaiknya tidak menunda target kata kunci dengan KD tinggi terlalu lama – untuk bisa bersaing di kata kunci tersebut, biasanya dibutuhkan banyak backlink yang prosesnya memerlukan waktu dan sumber daya. Karena itu, lebih baik mulai membuat halaman dan melakukan promosi sejak awal.
- Kata kunci dengan KD tinggi justru bisa menjadi indikator peluang link building – jika halaman yang berada di posisi teratas memiliki banyak backlink, itu menandakan bahwa topik tersebut memang memiliki potensi untuk mendapatkan referensi atau tautan. Jika Anda mampu membuat konten yang lebih unik dan bernilai, peluang untuk mendapatkan backlink juga akan lebih besar.
Kesimpulannya, KD bukanlah alat untuk membatasi pilihan kata kunci, melainkan membantu memahami seberapa besar usaha yang dibutuhkan untuk bisa bersaing di hasil pencarian, sekaligus memberi gambaran tentang seberapa “layak ditautkan” sebuah topik.
Yang terpenting, analisis dalam riset kata kunci tetap harus dilakukan secara manual. Jangan hanya bergantung pada satu angka dari alat SEO apa pun, karena tidak ada metrik tunggal yang mampu merangkum kompleksitas algoritma peringkat Google secara keseluruhan.
Biaya Per Klik (CPC)
Biaya Per Klik (CPC) adalah estimasi jumlah yang rela dibayarkan oleh pengiklan setiap kali iklan mereka diklik pada hasil pencarian bagian atas untuk suatu kata kunci tertentu. Metrik ini sebenarnya lebih banyak digunakan dalam dunia periklanan dibandingkan SEO, namun tetap bisa memberikan gambaran tambahan mengenai nilai dari sebuah kata kunci.
Dengan melihat CPC, kita bisa memahami seberapa kompetitif dan bernilainya sebuah kata kunci di mata pengiklan, meskipun bukan menjadi faktor langsung dalam peringkat organik di mesin pencari.
Sebagai contoh, kata kunci “cara agar sebuah website bisa naik ke halaman pertama google” memiliki nilai CPC yang cukup tinggi, yaitu sekitar $80. Hal ini biasanya terjadi karena orang yang melakukan pencarian tersebut terlihat memiliki niat yang kuat untuk membeli layanan atau produk yang berkaitan dengan SEO.
Ketika melakukan riset kata kunci, volume pencarian untuk sebuah kata kunci tidak bersifat tetap, melainkan bisa berubah dari waktu ke waktu. Menariknya, ada keuntungan tersendiri ketika Anda berhasil mendapatkan peringkat untuk kata kunci yang saat ini masih memiliki volume pencarian rendah, tetapi menunjukkan tren peningkatan popularitas.
Kata kunci seperti ini sering kali menjadi peluang jangka panjang, karena ketika minat pencarian mulai meningkat, halaman yang sudah lebih dulu berada di peringkat atas akan lebih mudah mendapatkan lonjakan trafik secara alami.
Kata Kunci Dengan Potensi Bisnis
Menentukan prioritas dari daftar riset kata kunci serta memutuskan mana yang harus lebih dulu dikerjakan sering kali menjadi bagian paling menantang dan sangat bergantung pada masing-masing kasus dalam proses riset keyword. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti:
- Seberapa besar potensi trafik yang bisa didapat dari kata kunci tersebut
- Tingkat kesulitan untuk mendapatkan peringkat, termasuk siapa saja pesaing di hasil pencarian
- Kebutuhan untuk membuat atau menyempurnakan halaman agar benar-benar kompetitif
- Nilai bisnis dari kata kunci tersebut, yaitu seberapa besar dampaknya bagi tujuan usaha jika berhasil mendapatkan peringkat tinggi
Poin terakhir ini sering kali menjadi faktor yang paling menentukan. Meskipun metrik seperti volume pencarian, potensi trafik, tingkat kesulitan, dan maksud pencarian sangat penting, nilai komersial atau bisnis dari sebuah kata kunci juga tidak boleh diabaikan.
Dalam riset kata kunci di Ahrefs sendiri, ada pendekatan khusus untuk menilai seberapa besar nilai bisnis dari sebuah kata kunci. Konsep ini disebut “potensi bisnis”, yaitu sebuah skor sederhana dari 0 sampai 3 yang menggambarkan seberapa mudah sebuah kata kunci dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk, dalam hal ini Ahrefs, secara efektif.

Sebagai contoh, jika Anda menjual aksesori untuk Aeropress, maka kata kunci seperti “filter Aeropress” akan memiliki nilai potensi bisnis yang sangat tinggi karena sangat relevan dengan produk yang Anda tawarkan. Sebaliknya, kata kunci seperti “termos Stanley” cenderung memiliki nilai yang lebih rendah, karena meskipun masih berada dalam niche kopi, produk tersebut tidak langsung berkaitan dengan penawaran bisnis Anda.
Secara umum, lebih disarankan untuk memfokuskan upaya pada topik yang memiliki skor 2 atau 3 dalam skala Potensi Bisnis. Kata kunci dalam kategori ini biasanya lebih efektif dalam mendatangkan calon pelanggan yang benar-benar relevan ke website Anda, yang pada akhirnya menjadi tujuan utama dari riset kata kunci dan strategi SEO.
Saat Ahrefs mengelompokkan seluruh artikel blog di situsnya, ditemukan bahwa sekitar 77% konten mereka termasuk dalam kategori dengan Potensi Bisnis tinggi (skor 2 atau 3).

Cara Menentukan Prioritas Kata Kunci
Lalu, sebenarnya kata kunci mana yang paling tepat untuk dikerjakan terlebih dahulu didalam riset kata kunci?
Tidak ada rumus pasti untuk menjawabnya. Dalam dunia SEO, keputusan seperti ini memang sangat bergantung pada kondisi masing-masing, sehingga jawabannya sering kali adalah “tergantung”.
Ada beberapa hal yang biasanya ikut menentukan arah prioritas, misalnya:
- Apakah website masih baru atau sudah memiliki performa yang stabil
- Apakah Anda bekerja sendiri atau didukung tim yang lebih besar
- Apakah tujuan utamanya mengejar traffic, leads, atau penjualan
- Seberapa cepat hasil yang ingin dicapai
Riset kata kunci pada dasarnya bukan sekadar memilih kata kunci yang terlihat “mudah”, tetapi lebih kepada bagaimana menyesuaikan berbagai faktor seperti potensi trafik, tingkat persaingan, nilai bisnis, dan maksud pengguna dalam mencari informasi.
Dalam praktiknya, strategi bisa berbeda-beda. Ada kondisi di mana fokus utama adalah mendapatkan trafik secepat mungkin, sehingga kata kunci dengan volume tinggi namun persaingan rendah menjadi target awal. Di sisi lain, ada juga situasi di mana yang lebih penting adalah konversi, sehingga kata kunci dengan nilai bisnis tinggi lebih diutamakan meskipun tingkat kesulitannya lebih besar.
Karena itu, riset kata kunci seharusnya tidak dipandang sebagai proses mencari keyword yang paling gampang untuk dimenangkan. Lebih dari itu, ini adalah proses memilih kata kunci yang paling relevan dengan tujuan bisnis yang ingin dicapai.
Selain itu, penting juga untuk membagi fokus ke dalam beberapa tahap—jangka pendek, menengah, dan panjang. Jika hanya mengejar hasil cepat, Anda bisa melewatkan peluang besar di masa depan. Sebaliknya, jika hanya fokus jangka panjang, perkembangan website bisa terasa sangat lambat di awal.





